Rabu, 30 Maret 2011

Pendakian Putri Indonesia Puncak Everest

MAGELANG, KOMPAS.com - Wanita Indonesia pertama pendaki Puncak Everest, Clara Sumarwati (44), kini dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof dr Soerojo Magelang. Dia adalah warga Indonesia dan Asia Tenggara pertama, yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest pada tahun 1996.

Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof dr Soerojo Magelang Bella Patriajaya mengatakan, Clara adalah pasien kambuhan yang sudah tiga kali ini menjalani perawatan di RSJ. Gangguan jiwa yang dideritanya beberapa kali kambuh karena dia tidak rutin mengonsumsi obat.

"Namun, sejauh ini, kami belum bisa menyimpulkan faktor pemicu apa yang menyebabkan Clara mengalami gangguan jiwa," ujarnya, Minggu (11/10).

Clara pertama kali masuk dan dirawat di RSJ pada tahun 1997. Selama di RSJ, dia pun kerap bercerita bahwa dia pernah mendaki Gunung Everest. Namun, ceritanya kerap diabaikan oleh para tenaga medis karena dianggap hanya sebagai bagian dari khayalannya saja.

"Kami pun bertambah tidak percaya karena pihak keluarganya sendiri menyangsikan dia pernah mendaki gunung," ujarnya.

Prestasi Clara dan keberadaannya sebagai sosok istimewa yang pernah mengharumkan bangsa, baru terungkap minggu lalu, ketika ada beberapa tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional. Salah satu aktivitas Poppy, diantaranya adalah mengajar tari di RSJ. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim mengenali sosok Clara.

Sekarang ini, Clara sudah menjalani perawatan di RSJ selama dua minggu. Kendatipun kondisinya sudah membaik, keluarga menolak menjemputnya pulang ke rumah karena khawatir sewaktu-waktu Clara kumat kembali.

Surat penolakan menjemput ini, bahkan dilampiri keterangan dari RT dan RW setempat dari alamat tempat tinggalnya di Minggiran, Sleman, DIY, yang menyatakan lingkungan sekitarnya juga menolak keberadaan wanita ini kembali.

"Dengan kondisi tersebut, maka Clara tidak bisa dipulangkan dan kami tampung dulu disini," ujarnya.

Menurut Bella, ini merupakan kondisi yang rutin dialami pasien di RSJ. Dengan berbagai kejadian semacam ini, dapat disimpulkan bahwa selain beban gangguan jiwa yang dialaminya, pasien sebenarnya menanggung masalah yang lebih besar, yaitu beban sosial karena ditolak oleh lingkungannya.

"Ini lumrah terjadi pada pasien gangguan jiwa manapun, termasuk mereka yang berprestasi seperti Clara," ujarnya.

Dalam pencarian informasi di google.co.id, terdapat 889 keluaran yang menyebutkan bahwa Clara Sumarwati adalah pendaki asal Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang be rhasil mencapai Gunung Everest pada ketinggian 8.848 meter diatas permukaan laut (dpl). Atas prestasinya ini, dia mendapatkan penghargaan Bintang Nararya dari pemerintah.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/12/07150637/Wanita.Indonesia.Pertama.Pendaki.Everest.Dirawat.di.Rumah.Sakit.Jiwa


0 komentar:

Posting Komentar